Perjuangan Beasiswa S1

 



PERJUANGAN MENDAPATKAN BEASISIWA S1

Oleh Suanah

MAHSISWA UIN SMH BANTEN

JURUSAN ILMU AL-QUR’AN TAFSIR

Perjalanan menuju mahasiswa  yang penuh rasa dan banyak warna warni usai aku rasakan. Begitu nikmat hingga sampai detik ini tidak Aku lupakan kisah yang indah dan penuh makna itu. Hingga akhirnya kini menjadi untaian tinta emas kelak wasilah tulisan emas ini juga akan mewudkan generasi-generasi emas nanti , aamiin.

Teringat sekali saat Aku masih menginjak di bangku SD Aku suka jawab kalau di Tanya orang cita-cita apa Aku jawab Aku jadi pengusaha Sukses dan akan Kuliah kaya yang di tivi-tivi. Itu jawaban polos saat masih SD. Kemudian ketika menginjak di bangku MAN saat kelas tiga Aku sudah mulai mencari informasi Universitas Negeri yang ada beasiswa gratis full selama kuliah.

Dari mulai bertanya kepada guru BK, bertanya pada Wali Kelas, betanya kepada kaka kelas, bertannya kepada teman, hingga bertanya kepada mbah Google, Aku bertanya apa nama beasisiwa yang gratis full selama kuliah dan apa sajakah syarat-syarat beasiswanya.

Hingga pada akhirnya Aku temukan jawaban pertanyaan dari hati yaitu BEASISWA BIDIKMISI. Setelah mengetahui persyaratan BIDIKMISI Aku pun saat kelas tiga MAN mulai mengumpulkan berkas-berkas persyaratannya, hingga terkumpul agar bisa daftar BEASISWA BIDIKMISI.

Usai lulus dari MAN langsung bergegas daftar ke beberapa kampus Negeri yang menyediakan BEASISWA BIDIKMISI Aku dengan semangat dan penuh percaya diri langsung daftar Kuliah pada tahun 2016. Saat itu Aku daftar melalui banyak jalur, dari mulai jalur SPAN, UMPTKAIN, dan MANDIRI, kodarullah Allah masih ingin menguji kesabaran Ku hingga dari ketiga jallur itu Aku dinyatakan TIDAK LOLOS.

Saat itu pula banyak pertanyaan pada diri sendiri, Kenapa AKU TIDAK LOLOS? Dari sekian kampus dan sekian jalur satupun TIDAK ADA YANG LOLOS, berkas-berkas telah lengkap, persyaratan sudah lengkap, Belajar dengan baik sudah Aku usahakan, Prrstasi-prestasi telah Aku dapatkan untuk sebagai bukti persyaratan Beasiswa, Sebelum ujian sudaj Aku berdoa dan minta Do’a sama orang tua daan sama orang terdekat, sempat rapuh dan putus asa karena sudah tidak ada harapan untuk bisa lanjut kuliah saat itu. Dari hati kecilku berkata Yaa Allah apa Mungkin Allah sedang menyiapkan yang lebih baik untuk Ku?. (Berusaha menghibur diri dalam hati agar tidak begitu kecewa, dan berusaha bahwa masih ada harapan Aku bisa Kuliah).

Beberapa hari kemudian dengan perasaan yang sudah menerima dengan kenyataan, dikabarkan dari Yayasanada tawaran  bahwa aka Donatur untuk memberikan biaya kuliah dan tempat tinggal dan pekerjaan selama Kuliah, Wahhh masya Allah mungkin ini jawaban selama ini yang Aku Doakan untuk bisa kuliah.

Satu bulan kemudian Aku daftar ke salah satu Universiats SWASTA dengan Jurusan Ekonomi, dan saat itu juga Aku sudah bekerja dan Alhamdulillah sudah dapet tempat tinggal dan makan gratis, uang jajan di kasih, kendaraan di pinjamkan, biaya kuliah di kasih juga. Dalam hati (inilah ganti dari Allah)

H-3 hari masuk kampus Aku pulang izin pulang kampung karena kaka bungsuku nikahan, tidak mungkin Aku tidak pulang kaka sendiri Ku yang nikahan karena Aku mikirnya itukan acaranya tidak satu tahun sekali yahhh masa gak pulang hehe.

Saat hari H nikahan kaka di kampung sedang terlaksana dan saat itu H-1 hari Aku sudah masuk kampus. Perjalanan pulang dari tempat acara pengantin Cewe menuju pulang kerumah Ku saat pukul 18.10 an Aku menuju pulang kerumah Ku. Saat di pertengahan jalan, gaun gamis yang Aku kenakan saat itu tidak terasa nyangkut di jari-jari roda motor hingga akhirnya Aku jatuh dari motor dan terseret oleh motor hingga pada akhirnya yang besoknya masuk kampus kini masuk Rumah Sakit.

Keadaan Ku yang tidak ringan hingga Dokter menyarankan Aku untuk operasi karena luka yang yang terjadi cukup parah dan membutuhkan waktu yang sangat lama untu memulihkannya.

Satu bulan melewati masa sakit itu Aku masih tinggal di Rumah Ku, Aku masih memikirkan gimana nasib kuliah Ku? Gimana Nasib masa depan Ku? Kalau Aku tidak sembuh-sembuh bagaimana? Campur aduk rasa telah ada saat itu, MARAH, KECEWA, SAKIT, PUTUS ASA, HIDUP TIDAK ADIL, KENAPA AKU GINI? KENAPA HARUS AKU YANG MENGALAMI? Bla bla bla…. Ucapan dan perasaan saat itulah yang terjadi pada dirKu.

Rasa sakit yang Aku alami akhirnya pulih setelah enam bulan Aku sudah kembali keadaan normal, yang hilang sudah di ganti, namun ada yang belum di ganti yaitu Kuliah Ku, karena kejadian kecelakaan yang menjadikan Aku menunda KuliahKu.

Hingga pada akhirnya Aku memutuskan tahun itu Aku bekerja, enam bulan Aku bekerja telah terlewati, dan saat  Aku bekerja Aku tidak putus harapan Aku masih ikhtiarkan untuk Aku bisa Kuliah kembali, Aku yakin Aku masih bisa Kuliah dengan BEASISWA yang selama ini Aku impikan.

Bismillah Aku coba daftar Kuliah lewat jalur UMPTAKIN dengan sembari daftar BEASISWA BIDIKMISI. Karena pesyataran yang tahun lalu entah kemana hingga akhirnya Aku mengulang mengumpulkan berkas-berkas BEASISWA itu samapai lengkap. Karena Aku saat MAN sekolah dijakarta dan Aku saat itu tinggal di kabupaten Serang dan bekerja di Jakrta Barat. Untuk melengkapi berkas-berkas BEASISWA itulah yang harus Aku bolak balik Serang-Jakrta, sampai ada kejadian Aku kehabisan ongkos di tengah jalan nangis di tengah jalan bingung mau gimana, bingung mau ngapain? Karena ongkos Aku cukup turun di Jakarta Barat padahal tujuan awal ke Jakrta Selatan, hingga akhirnya mau tidak mau Aku turun di terminal Kebon Jeruk Aku chat sodara Ku yang ada di Jakrta Barat untuk minta tolong jemput dan numpang nginep.

Singkat waktu akhirnya daftar KuliahKu di nyatakan LOLOS MASUK KULIAH DAN LOLOS SEMENTARA BEASISWA BIDIKMISI. Karena masih ada jalur selanjutnya untuk diterima BIDIKMISI, yaitu mengumpulkan berkas-berkas ulang secara ofline. Saat itulah yang membuat Aku bolak balik dari rumah ke kampus. Beberapa hari setelah pengumpulan berkas-berkas terkumpul Aku datang ke Kampus untuk melihat informasi pengumuman BEASISWA, karena saat itu Aku belum begitu faham informasi yang di share lewat online. Saat hari itu Aku mengalami perjalanan yang tidak Aku inginkan dan bayangkan sebelumnya, Aku mengalami kena Hipnotis semua berkas-berkas Asli yang ada di dalam tas hilang begitu saja, berkas yang ada di dalam Tas itu tentu berkas yang penting seperti  IJAZAH Asli, KTP Asli, Akte Kelahiran Asli. Kartu Keluarga Asli, Sertifikat-sertifikat Prestasi Asli selama di sekolah, belum HP dan uang semua hilang seketika.

Hati dan perasaan yang sudah bangkit kini terjatuh kembali, pengumuman BEASISWA saja belum terlihat hilal kini Badai sudah menerjang kembali. Apakah Aku memang tidak pantas untuk menggapai impian Ku bisa Kuliah Gratis????

Ancaman dari Bapak akhirnya terungkap tanpa sadar, “Kalu Kamu Tidak Dapat Beasiswa Tidak Usah Kuliah, Belum Mulai Kuliah Saja Sudah Susah Sudah Merepotkan” JLEBBB Hati tertampar seketika, hati lagi jatuh makin dijatuhkan gimana rasanya???

Pengumuman LOLOS BERKAS BEASISWA akhirnya di umumkan, dengan Bismillah akhirnya Aku datang ke Kampus untuk melihat apakah ada Nama Ku yang nyangkut sebagai PESERTA LOLOS BERKAS. Alhamdulillah nama Aku terpajang atas nama SUANAH dinyatakan LOLOS berkas, tinggal satu langkah lagi untuk LOLOS BEASISWA BIDIKMISI yaitu melakukan tes wawancara.

Tidak lama lagi pengumuman LOLOS tes wawancara di umumkan di kampus, Alhamdulillah atas nama SUANAH dinyatakan LOLOS MENJADI MAHASISWA BEASISWA BIDIKMISI.

Perjalanan yang penuh warna dan banyak drama ini yang menjadikan Aku bertahan sampai detik ini, karena dari kejadian yang telah telewat itulah Aku dapat pelajaran betapa pesan Cinta Allah itu luar biasa indah dan baiknya buat setiap hambanya. Percayalah setiap kejadian yang menimpa pada kehidupan pasti aka nada hadiah yang indah yang Allah sedang persiapkan dan akan di berikan saat waktu terbaik dan saat kita membutuhkan. Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan kita inginkan, Allah juga memberikan ujian tidak akan diluar batas kemampuan. Maka jangan bosan untu terus istiqomahkan kebaikan selama nyawa masih ada pada jasad kita karena dari jasad yang kita miliki dan dari perbuatan yang kita jalani kelak akan akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Tuhan.

 

NOTE

Pesan buat yang sudah membaca cerita singkat ini.

Ana mohoh Doanya semoga Ana kelak menjadi orang Besar sukses dunia akhirat, rajin membantu orang yang membutuhkan, menjadi penulis buku yang professional, jadi motivatir Islami, pejuang Dakhwah untuk Islam, hingga bisa mendirikan rumah tahfidz grtais. Dapat mendirikan lapangan pekerja yang Islami. Dan Bisa menghajikan orang tua, keluarga, para guru Tahfidz, dan para Guru-guru Ku semuanya. Aamiin Allahuma Aamiin.

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar