Muslimah Sejati Tetap Berprestasi

 



MUSLIMAH SEJATI TETAP BERPRESTASI

Saat menginjak di bangku SD sudah terbayang dan ada rasa ingin duduk di bangku kuliah. Padahal belum pernah tuh liat orang kuliah kaya gimana, karena di dirumah saya aja belum ada TV saat itu, jadi dari mana liatnya. Mungkin kalau zaman sekarang belum tau Mekah, belum tahu singapura, belum tahu keadaan luar Negeri  bisa lihat Mekah dari TV, Internet dll.  Entah darimana punya pemikiran tentang kuliah. Mungkin karena dengar cerita dari guru SD kalau mau suskses ya kuliah. Berangkat dari cerita inspirasi guru SD ini akhirnya suka membayangkan kalau saya kelak juga akan kuliah bahkan saat itu saya yakin akan bisa kuliah dengan geratis tanpa mengeluarkan biaya sedikit pundari keluarga.

Saat itu terlalu PD sih tapi yaitu kelebihan saya memang terlalu PD tapi saya anggap ini adalah bagian dari optimis. Dengan optimis yang saya miliki saat itu, karena memang kalau udah gede mau Kuliah akhirnya mulai dari kelas tiga belajar sekolah mulai saya seriusin supaya kalau bagi raport saya dapet juara kelas dan juara pertama. Walaupun saat kelas satu dan dua pernah dapet juara tapi ya juara 10 besar juara ke 5-6. Dengan kesungguhan niat Alhamdulillah sungkat cerita saya dari kelas tiga samapai kelas enam bahkan UN saya posisi juara satudan saat UN dapet nilai tertinggi.

Singkat cerita saat masa MTS pun saya jalani metode belajar sama seperti saat SD, dengan kesungguhan niat dan usaha alahamdulillah dari kelas satu sampai kelas tiga MTS bahkan wisuda dapet juara pertama dan wisuda juara umum.tidak samapai situ. Karena jika ingin lanjut kuliah harus lanjut tingkat SMA sederajat. Akhirnya dengan banyak berdoa Alhamdulillah masa sekolah MAN bisa lnjut sekolah di Jakarta dengan beasiswa full. Singkat cerita masa MAN Alhamdulillah prestasi masih bisa saya pertahankan juara satu samapaikelas tiga. Bahkan saat wisuda dapet juara kategori siswa Prestasi.

Kini saat yang saya nantikan yaitu masuk perguruan tinggi dengan gratis. Mulai cari informasi online dan ofline tentang beasisiwa yang biaya full gratis akhirnya dapet satu informasi yaitu beasisiwa bidikmisi. Setelah mengetahu persyaratan daftar bidikmisi, tanpa lama saya mulai mengurusi dan meyediakan berkas-berkas bidikmisi. Dengan harapan dapat diterima beasisiwa bidikmisi agar saya bisa lanjut belajar. Karena hanya mengandalkan beasiswa saya akan bisa kuliah. Saat tidak mendapatkan saya tidak ada rasa keyakinan bisa kuliah, karenan memang keadaan keluarga yang belum mampu untuk memberikan biaya kuliah.

Satu persatu persyaratan beasisiwa bidikmisi mulai terkumpul, dari mulai rekap nilai, bukti prestasi selama sekolah, bukti berkas-berkas sertifikat dan piala, dokumentasi foto rumah dll. Tidak lama setelah terkumpul langsung saya serahkan bagian kampus. Pengumuman pertama alahamdulillah lolos berkas, lanjut Tes wawancara, Alhamdulillah lulus dan pada akhirnya dengah perjuangan yang tidak mudah dijalankan banyak angina yang menghadang rintangan yang tak pernahhenti untuk terus menerjang hinggi kini dapet dirasakan manisnya perjuangan yang membuahkan kebahagiaan, dari impian hingga kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar