Ketika "hanya tau" hingga
"mengenali" tentang Islam.
Setiap insan pasti memiliki sejarah yang bervariasi.
Beragam rasa yang sudah terlewati, hingga sejarah pun pasti
dimiliki oleh setiap insani.
Ada perjalanan yang berliku, ada pula perjalanan yang syahdu.
Ketika "hanya tau" tentang Islam tanpa mengenalnya.
Ada rasa keresahan yang muncul dalam jiwa di setiap denyutan nadi
ini.
Bisa jadi ini akibat kurangnya keberkahan hidup yang tidak diselipi
oleh ajaran Islam dalam setiap rutinitas kita.
Padahal Islam sudah memberi aturan kehidupan, namun tidak
diterapkan secara keseluruhan.
Seiring berjalannya waktu, langkah demi langkah yang dilewati,
sampai menyebrangi samudra yang luasnya bisa menyesakkan dada. Tak jarang,
banyak kerikil hingga batu besar datang menghampiri.
Saat itu kumulai merenungi.
Ada apa dalam diri ini?
Kenapa kegelisahan itu selalu menghampiri?
Ada rasa hambar yang seolah hidup mengarungi, namun tanpa arti.
Seiring waktu terlewati, diri ini sembari mencari solusi atas
masalah ini?
Tibalah, dengan ikhtiar yang sudah dilakukan hingga menghasilkan
jalan keluar untuk menjemput kebahagiaan.
Berikutnya didapatkanlah tiga pertanyaan mendasar
Untuk apa diri ini di Ciptakan?
Siapa diri ini yang menciptakan? Lalu nanti setelah mati, diri ini
akan menghadap kepada siapa?
Dalam tiga pertanyaan yang berbeda itu, ternyata memiliki jawaban
yang sama.
Kita dari Allah SWT , hidup untuk Allah SWT dan akan kembali pada
Allah SWT.
Lalu, setelah kita menemukan jawaban dari tiga pertanyaan tadi,
tentu kita ingin tetap hidup dalam keimanan dan keislaman agar bjsa memiliki
akhir kisah hidup dalam kebaikan bukan dalam kebathilan.
Ingatlah, dalam akhir hayat ini, tidak ada yang menjamin akhir
hidup ini dalam keadaan apa? kapan waktunya? Karena itulah, kita harus taat
padaNya, menjalankan atas perintahNya,
menjauhi atas laranganNya dengan istiqomah, supaya kelak akhir dari kehidupan
ini membuahkan keberhasilan yang barokah hingga Sampai ke Jannah.
“Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah
perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya.
Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik.” (HR: Ahmad &
Tirmidzi)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26). Dan tetaplah kekal
Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (27). – (Q.S Ar-Rahman:
26-27)
Wallahu a’lamu bi Ash-shawab


Tidak ada komentar:
Posting Komentar